GRC termasuk salah satu elemen penting dalam pembuatan dinding. Meski begitu, masih banyak orang yang belum mengenalnya dengan baik. Pada dasarnya, bahan dinding yang satu ini bisa membuat bangunan terlihat lebih efektif dan memanjakan mata.
GRC merupakan singkatan dari Glassfiber Reinforced Concrete (Beton Berperkuat Serat Kaca). Komposit ini terbuat dari campuran semen Portland, agregat halus, serta diperkuat oleh serat kaca (glass fiber) berkualitas tinggi yang tahan alkali. Perpaduan ini menghasilkan panel kokoh seperti beton, namun memiliki kelenturan yang baik berkat serat di dalamnya.
Baca Juga: Mengenal Bahan ACP Itu Apa Sebelum Menggunakannya untuk Pelapis Dinding

Mengenal Apa Itu GRC
Dinding memang bisa dibuat dari berbagai jenis material. Adapun salah satunya yaitu GRC. Untuk membuat GRC, ternyata komponen-komponen tadi dicampur sampai berbentuk papan padat dan lentur. Akan tetapi, papan tersebut bobotnya ringan.
Standar ideal untuk partisi ruangan (interior) adalah 6 mm hingga 9 mm, karena cukup ringan namun kokoh meredam getaran. Sementara untuk aplikasi luar ruangan (eksterior/cladding), wajib menggunakan ketebalan 9 mm hingga 12 mm ke atas agar tahan terhadap tekanan angin dan fluktuasi cuaca ekstrem.
Sementara untuk pengaplikasiannya, rupanya dinding GRC tak hanya bisa untuk rumah tinggal saja. Akan tetapi, bahan tersebut juga cocok untuk berbagai jenis bangunan. Mulai dari restoran, penginapan, ruko, rumah sakit dan masih banyak lainnya. Namun perlu dipahami kembali bahwa bahan ini bukanlah untuk konstruksi dinding, tetapi sekedar panelnya saja. Bisa kita bilang bahwa GRC termasuk material finishing dinding.
GRC dalam hal ini adalah panel finishing non-struktural, bukan dinding struktural penahan beban bangunan (load-bearing wall). Pemasangannya memerlukan rangka penyangga seperti hollow galvanis atau baja ringan.
Kelebihan Dinding GRC
Sebagai material finishing dinding, GRC memiliki segudang kelebihan yang perlu diketahui penggunanya. Secara garis besar, kelebihannya mencangkup tingkat ketahanan hingga nilai estetikanya.
1. Anti Rayap
Salah satu kelebihannya yaitu bahan ini senantiasa anti rayap. GRC menggunakan semen portland yang secara alami tidak disukai rayap. Karena tahan terhadap serangan rayap, dindingnya jadi lebih awet untuk pemakaian jangka panjang.
2. Anti Jamur
Ternyata dinding GRC tidak hanya anti rayap, melainkan juga tahan terhadap jamur. Hal ini memungkinkan bangunan bisa tetap kokoh dan tak mudah lembab. Dinding tersebut pun tetap bisa berfungsi sebagaimana mestinya secara optimal.
3. Bobot Ringan
Sebagaimana yang sudah kita singgung tadi bahwa bahan ini memiliki bobot ringan. Karena bobotnya yang ringan, tentu memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mengaplikasikannya. Bahkan bahannya bisa diangkut tanpa harus menggunakan alat tambahan. Hal ini membuat pemanfaatannya terasa lebih praktis.
4. Tak Mudah Lapuk
Jangan ragu menggunakan bahan yang satu ini karena terbukti tak mudah lapuk. Bahan ini memang memiliki tingkat ketahanan yang tinggi terhadap pelapukan. Berbeda dengan material kayu atau gypsum yang mudah lapuk seiring berjalannya waktu.
Perihal alasannya, bahan GRC memang memiliki sifat tak mudah untuk menyerap air. Oleh sebab itu, bahan tersebut lebih tahan terhadap perubahan cuaca maupun kelembaban. Selain tak mudah lapuk, bahan ini juga anti korosi sehingga menambah daya tariknya.
5. Tampilan Menarik
Dari segi tampilan, bahan ini juga memiliki nilai plus tersendiri. Alasannya karena bahan tersebut bisa dicetak dengan beragam bentuk maupun warna. Penggunanya pun bisa menyesuaikannya dengan keinginan maupun kebutuhan. Bahkan juga bisa kustomisasi tampilannya sehingga terlihat lebih menarik.
Salah satu contohnya ialah pembuatan dinding ice cream rumahsmd dalam proyek Do-It-Yourself (DIY) untuk dekorasi kamar mandi. Caranya cukup memanfaatkan GRC board dengan ukuran 1,2×2,4 m. Tinggal lukis dan potong sisinya seperti gelombang lelehan ice cream. Proses memotongnya menggunakan gerinda dan amplas sampai halus.
6. Tahan Benturan
Siapa sangka jika ternyata bahan ini juga tahan terhadap benturan. Hal ini karena bahan GRC memiliki sifat yang lentur namun padat. Apabila terkena hantaman benda tumpul atau benda asing, dindingnya tak mudah rusak. Bahkan saat mencermatinya, bagian dinding juga tidak terlihat retak. Daya tahan benturan GRC disokong oleh serat kaca di dalamnya yang menyebarkan energi benturan, sehingga panelnya memang tidak mudah retak atau berlubang.
7. Permukaan Halus
Popularitas dinding GRC semakin tinggi karena memiliki permukaan halus sekaligus rata. Karena permukaan tersebut, pengguna bisa mengecatnya menggunakan warna sesuai dengan keinginan. Selanjutnya pada praktiknya, sambungan antar-panel (jointing) wajib diberi mesh tape (lakban kain) dan kompon khusus agar tidak retak rambut di kemudian hari.
GRC memang membutuhkan cat dasar khusus (primer/sealer) karena sifat semen yang menyerap cat (porous) dan beralkali tinggi. Jika langsung dicat tanpa sealer, warna cat akan tidak rata (patchy). Kelebihan ini tentu tak bisa ditemukan pada material lainnya. Misalnya saja dinding triplek. Hal ini karena pengguna perlu melakukan plamir sebelum mengecet dinding triplek tersebut.
8. Harga Lebih Ekonomis
Untuk memiliki GRC, pengguna tidak perlu menggelontorkan biaya besar. Hal ini karena harga bahan tersebut cenderung lebih ekonomis. Pengguna pun bisa lebih hemat budget.
Meski begitu, ada sejumlah hal yang mempengaruhi harganya. Ketahui apa saja faktor tersebut supaya bisa mendapatkan dinding GRC dengan harga yang sesuai anggaran. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi harganya ialah sebagai berikut.
- Merek
- Lokasi proyek
- Biaya pemasangan
- Ketebalan material
- Volume pekerjaan
- Pilihan desain, mau polos atau motif
Kekurangan Dinding GRC
Dinding GRC memang memiliki banyak kelebihan, namun ada juga kekurangannya. Kelemahannya pun tidak kalah penting untuk diketahui. Kekurangan ini bisa jadi pertimbangan apakah tetap ingin menggunakannya atau tidak.
1. Butuh Biaya Mahal untuk Custom
Salah satu kekurangannya dirasakan oleh pengguna yang ingin kustomisasi. Hal ini karena pengguna tersebut perlu menggelontorkan anggaran yang lebih besar. Tak mengherankan karena kustomisasi memungkinkan pihak penyedia menghadirkan dinding GRC dengan ukuran ataupun bentuk tertentu sesuai pesanan.
2. Butuh Alat Potong Gerinda
Proses pemotongan papan GRC tak bisa dengan gergaji seperti halnya saat memotong papan biasa. Kalaupun tetap memaksakan memotong GRC dengan gergaji, hasilnya kurang memuaskan. Hasilnya terlihat kasar sekaligus kurang presisi. Bahkan serat-seratnya juga akan mencuat.
Karena hal itu, bahan ini lebih cocok dipotong dengan alat pemotong seperti gerinda. Namun, gunakan score-and-snap (diteser) dengan pisau karter khusus fiber semen untuk ketebalan tipis (4-6 mm) sebelum memakai gerinda listrik untuk ketebalan 9 mm ke atas.
3. Ketersediaan Cukup Terbatas untuk GRC Cetak Kustom
Apabila hanya membutuhkan bahan GRC dengan jumlah yang sedikit, tentu tidak perlu bingung dalam memesannya. Tetapi berbeda saat membutuhkan bahan tersebut dalam jumlah yang banyak, biasanya pengguna harus pre order terlebih dulu. Namun hal tersebut hanya untuk GRC cetak kustom (cladding dekoratif/kubah). Hal ini karena GRC board merek lokal (seperti GRC Board, KalsiBoard, Royalboard) sangat masif di toko bangunan.
Di pasaran, istilah GRC Board sering menjadi generic trademark untuk papan kalsium silikat dan semen serat. KalsiBoard dan Royalboard pun dikategorikan sebagai calcium silicate board atau fiber cement board.
4. Tak Bisa Dibentuk Usai Dipasang
Material GRC bisa dibentuk secara mudah saat proses produksi ataupun sebelum pemasangan. Akan tetapi, berbeda ketika bahan tersebut sudah terpasang, pengguna tentu kesulitan untuk membentuknya ulang. Karena hal itu, sejak awal harus mempertimbangkan desain maupun ukurannya dengan baik.
Manfaat Menggunakan Dinding GRC
Bahan GRC menyuguhkan berbagai manfaat bagi setiap penggunanya. Dalam hal ini, manfaat tersebut tentu tak melenceng dari fungsinya sebagai wall panel interior ataupun eksterior.
1. Melindungi Dinding Asli
Salah satu manfaat yang akan dirasakan oleh pengguna nantinya yaitu GRC nyatanya bisa melindungi dinding asli. Karena hal itu, tembok asli tak akan terkena benturan air maupun api seperti halnya saat terjadi kebakaran. GRC memang memiliki kelas ketahanan api A1 (non-combustible). Istilah ini artinya ia tidak merambatkan api. Akan tetapi, bukan berarti bertindak sebagai tameng absolut yang membuat dinding di belakangnya kebal jika terjadi kebakaran hebat tanpa perhitungan fire rating BS 476 sistem penunjangnya.
2. Sebagai Peredam Suara dan Panas
Saat menerapkan bahan GRC pada dinding, nyatanya juga bermanfaat dalam meredam suara maupun panas. Mengingat, GRC termasuk material padat sehingga bisa melakukan hal tersebut dengan mudah. Namun, pemasangannya harus menggunakan sistem double layer dengan rockwool atau glasswool di dalam rongga rangka (stud). Siapapun yang ada di dalam ruangan pun bisa merasa lebih tenang dan nyaman saat menempatinya.
3. Jadi Partisi Tempat Basah
Sudah sering kita singgung tadi bahwa GRC memiliki sifat tahan air yang baik. Karena hal itu, banyak yang memanfaatkan bahan ini sebagai partisi di area basah. Misalnya saja pembatas area shower, toilet dan lain sebagainya.
Perbandingan GRC Board vs Gypsum vs Triplek
Untuk mengetahui perbandingan GRC dengan bahan lainnya, cek tabel berikut.
| Karakteristik | GRC Board | Gypsum | Triplek |
| Tahan Air | Ya | Tidak | Terbatas |
| Tahan Rayap | Ya | Tidak | Tidak |
| Ketahanan Api | Kelas A1 (Non-combustible) | Baik | Mudah Terbakar |
| Finishing | Perlu Kompon Sambungan | Wajib Kompon Sambungan | Wajib Plamir Total |
Perawatan Dinding GRC
Dinding GRC yang dirawat dengan baik bisa membuat tampilannya tetap terjaga. Untuk cara merawatnya, cek di sini.
1. Gunakan Cat yang Tepat
Salah satu tips merawatnya ialah dengan menggunakan cat yang tepat. Dalam hal ini, pilihlah cat khusus GRC yang memiliki kualitas tinggi. Penggunaan cat tersebut bisa memastikan durabilitas sekaligus estetikanya optimal.
Perihal rekomendasi catnya, sebaiknya pakai cat akrilik sebab tahan terhadap cuaca. Selain itu, cat ini juga senantiasa ramah lingkungan. Semakin mengesankan sebab cat tersebut juga tahan terhadap sinar UV maupun kelembaban. Saat menggunakannya, warna dinding tak akan mudah pudar. Permukaan dinding GRC juga tak cepat rusak.
2. Rutin Dibersihkan
Sama halnya bagian lainnya, dinding tak kalah luput dari perhatian. Oleh sebab itu, bersihkan dindingnya secara rutin. Untuk membersihkannya, bisa menggunakan kemoceng saja.
Cara tersebut efektif dalam menghilangkan noda ringan. Misalnya saja debu. Sebagai tips supaya hasil pembersihannya maksimal, pastikan membersihkan dinding secara vertikal dari atas ke bawah. Jangan sebaliknya sebab bagian bawah akan kotor lagi sehingga perlu melakukan pembersihan ulang. Hal ini hanya boros waktu dan tenaga saja.
3. Cermati Struktur GRC
Perawatan lainnya yang juga bisa dilakukan yakni dengan mencermati struktur GRC. Bagian struktur GRC memang perlu diperhatikan untuk memastikan kondisinya tetap baik. Dalam memperhatikannya, bisa lakukan inspeksi secara rutin.
Selain itu, bisa juga melakukan perbaikan retakan. Tak hanya itu, pastikan juga melakukan penggantian bagian yang sudah mengalami kerusakan. Apabila melakukan serangkaian perawatan ini, tentu bisa membuat usia GRC jadi lebih awet. Bahan ini juga jadi lebih mampu untuk menjaga estetika bangunan.
4. Memanfaatkan Larutan Pemutih
Pemanfaatan larutan pemutih juga berguna dalam merawat dinding GRC. Hal ini lantaran larutan pemutih yang sudah diencerkan terbukti efektif untuk mencegah sekaligus mengatasi jamur maupun lumut. Namun setelah mengaplikasikannya, jangan lupa membilasnya dengan air bersih. Hal ini tak hanya untuk menjaga tampilannya saja, namun juga menghilangkan baunya.
Jika ingin melakukan perawatan yang satu ini, ada tips keamanan untuk diperhatikan. Larutan pemutih cenderung panas di kulit. Oleh sebab itu, gunakan pelindung saat mengaplikasikannya.
Misalnya saja sarung tangan. Lalu jangan sampai lupa pula untuk menggunakan masker. Mengingat, larutan pemutih tersebut memiliki bau tak tidak sedap dan cenderung menyengat. Jika tak menutup hidung dengan masker, tentu akan mengganggu proses pengaplikasian larutan pemutih di dinding. Baunya memang membuat siapa saja jadi tak nyaman di dekatnya.
Baca Juga: Keramik Dinding Ruang Tamu untuk Rumah Minimalis Modern
Bahan GRC memang jadi andalan untuk finishing dinding. Bukan hanya menambah nilai estetika saja, melainkan juga menjadi pelindung dinding. Bagi yang ingin melakukan pembangunan atau renovasi mempertimbangkan material ini bisa jadi opsi terbaik.

Saya Inez Amelia, seorang desainer arsitektur yang percaya bahwa ruang yang baik lahir dari keseimbangan antara fungsi, estetika, dan kenyamanan. Melalui pengalaman profesional di bidang desain arsitektur, saya senang mengeksplorasi ide-ide desain sederhana namun bermakna, sekaligus berbagi insight seputar perancangan ruang yang relevan dan aplikatif.



