Jenis Batu Alam untuk Dinding Teras Rumah agar Tampak Estetik

Posted on

Jenis batu alam untuk dinding teras rumah bisa meningkatkan kesan estetik. Akan tetapi, pastikan memilih batu alam yang sesuai. Jika salah memilih, tentu merusak estetika desain dinding hunian.

Baca Juga: Rekomendasi Warna Gorden yang Cocok untuk Dinding Putih

Jenis Batu Alam untuk Dinding Teras Rumah Agar Tampak Estetik
Jenis batu alam untuk dinding teras rumah cukup bervariasi. Foto: Istimewa

Pilihan Jenis Batu Alam untuk Dinding Teras Rumah

Apabila ingin mengetahui jenis batu alam yang sesuai untuk diterapkan pada dinding teras, bisa mencermati sejumlah pilihan di bawah ini.

Batu Andesit

Salah satu jenis batu alam yang bisa dipilih yaitu batu andesit. Hal ini karena batu tersebut memiliki tekstur yang keras. Bukan hanya itu, jenis batu ini juga memiliki tingkat ketahanan yang tinggi terhadap jamur.

Perlu untuk diketahui pula bahwa batu andesit memiliki pori-pori berukuran kecil. Warnanya juga gelap. Dalam penggunaannya pun, pemakaian batu andesit menawarkan banyak manfaat sebab memiliki segudang kelebihan.

Salah satu kelebihannya yaitu batu andesit memiliki ketahanan yang baik terhadap pengaruh cuaca. Oleh sebab itu, bahan ini bisa diterapkan pada teras yang ada di depan rumah. Untuk merawat batu andesit juga mudah.

Kemudahan ini tidak lain karena batu andesit tak membutuhkan zat pelapis. Peminatnya semakin tinggi karena batu andesit memiliki kemampuan dalam beradaptasi dengan beragam konsep arsitektur.

Batu Marmer

Batu marmer termasuk salah satu jenis batu alam yang sudah populer diterapkan di bagian interior maupun eksterior hunian. Oleh karena itu, tidak ada salahnya memilih marmer sebagai jenis batu alam untuk dinding teras rumah. Saat menjadikan batu marmer sebagai lapisan dinding, nyatanya mampu memberi kesan mewah.

Lebih dari itu, batu marmer ini juga mampu menampilkan kesan elegan pada teras. Menariknya lagi karena jenis batu alam ini hadir dalam beragam motif maupun warna. Pengguna pun bisa memilih motif guratan maupun warna sesuai dengan keindahan dan kebutuhan.

Secara garis besar, pilihan warnanya sendiri ada cokelat, putih dan hitam. Sayangnya, batu marmer ini hanya cocok pada teras rumah yang tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung maupun guyuran air hujan. Hal ini karena jenis batu alam tersebut memiliki kandungan kalsium karbonat tinggi sensitif terhadap hujan asam dan sinar UV yang dapat memudarkan kilau (loss of gloss) serta memicu keretakan mikro (hairline cracks).

Batu Palimanan

Jenis Batu Alam untuk Dinding Teras Rumah Agar Tampak Estetik

Masih ada banyak jenis batu alam lainnya yang juga bisa diterapkan pada teras. Adapun salah satunya yaitu batu palimanan. Perlu untuk diketahui bahwa jenis batu alam ini memiliki warna kuning krem. Karena warna tersebut, batu ini mampu memberi kesan hangat.

Untuk kesediaannya, batu ini memiliki motif alami yang cukup beragam. Apabila memasang batu palimanan pada dinding rumah, bisa memberi kesan cerah sekaligus natural. Namun tingkat porositas batu palimanan memang tergolong sedang. Sehingga batu palimanan membutuhkan perawatan ekstra dan aplikasi coating berkala agar tidak mudah berlumut akibat kelembapan tinggi.

Batu Paras Jogja

Apabila sedang mencari jenis batu alam untuk dinding teras rumah, tidak ada salahnya memilih batu yang satu ini. Sesuai dengan namanya, jenis batu alam ini memang asalnya dari Jogja. Batu tersebut cukup populer dan banyak peminatnya karena memiliki warna putih kekuningan sampai dengan krem yang unik.

Selain itu, batu ini juga memiliki tekstur yang lembut. Kemudian pori-porinya juga sedang. Saat menerapkan jenis batu alam ini pada dinding teras, bisa memberi kesan sejuk sekaligus cerah. Semakin recommended untuk menggunakan jenis batu alam ini apabila mengusung rumah dengan konsep minimalis ataupun etnik.

Tak sedikit orang yang mencari batu paras Jogja untuk teras hunian karena memang memiliki banyak daya tarik. Adapun salah satu daya tariknya yaitu bobotnya yang ringan. Batu ini memiliki bobot ringan daripada jenis batu alam lainnya. Hal ini memberikan kemudahan bagi pengguna untuk memindahkan, membawa atau memasangnya.

Daya tarik lainnya yaitu penggunaan batu alam ini mampu memberi kesan sejuk, alami sekaligus segar. Saat menempati teras pun jadi terasa lebih nyaman. Bahkan pemilik hunian tidak perlu ragu untuk menyambut tamu dan mengobrol santai di teras.

Masih seputar daya tariknya, jenis batu alam ini juga memberi kesan tenang sekaligus elegan. Karena hal itu penggunaan dinding batu alam ini tidak hanya cocok untuk teras saja, melainkan juga interior dan fasad bangunan.

Secara garis besar, jenis batu alam ini memang memiliki nilai estetika tersendiri. Saat tertarik untuk menggunakan jenis batu alam ini pun, pastikan juga memperhatikan perawatannya. Hal ini tidak lain supaya dinding batu paras Jogja tetap estetik dan memanjakan mata. Adapun perawatannya yaitu dengan rutin membersihkan permukaan batunya.

Selama proses pembersihan, bisa memanfaatkan air dan sabun. Pastikan tidak menggunakan pembersih yang sifatnya asam. Penggunaan pembersih tersebut hanya memicu korosi ataupun perubahan warna di bagian batu alamnya.

Perbandingan Batu Paras Jogja vs Batu Andesit untuk Dinding Teras

Batu paras Jogja dan batu andesit sama-sama populer diterapkan pada dinding teras. Apabila bingung memiliki salah satu di antara kedua jenis batu alam tersebut, ada baiknya mencermati tabel perbandingannya di bawah ini.

Aspek Pembanding  Batu Paras Jogja Batu Andesit
Karakteristik dan Bahan Batuan kapur/pasir lunak (sedimen) yang cenderung berpori besar (porous). Batuan vulkanik hasil pembekuan lava yang bertekstur keras, padat, dan solid.
Tampilan Visual Berwarna cerah seperti putih pucat atau krem kekuningan. Memberikan kesan hangat, alami, klasik, dan artistik. Didominasi warna abu-abu gelap hingga kehitaman dengan motif alur atau bintik alami. Memberikan kesan modern, minimalis, dan mewah.
Ketahanan Cuaca Kurang tahan cuaca ekstrem karena mudah menyerap air. Tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem, panas matahari, dan hujan deras.
Kemudahan Pemasangan Lebih ringan dan sangat mudah dipahat/dibentuk untuk detail ukiran dekoratif. Bobotnya lebih berat dan keras, sehingga memerlukan keahlian ekstra saat pemotongan dan pemasangan.
Rekomendasi Teras Paling cocok untuk teras dalam ruangan (indoor) atau teras eksterior yang terlindung kanopi/atap dari hujan langsung. Sangat ideal untuk dinding teras luar ruangan (outdoor).

Manfaat Mengaplikasikan Batu Alam di Dinding Teras

Pada dasarnya, pemilik hunian bisa mendapatkan sejumlah manfaat apabila mengaplikasikan batu alam di dinding teras rumahnya. Untuk mengetahui apa saja manfaatnya, bisa cermati uraian berikut.

Meningkatkan Nilai Estetika

Salah satu manfaatnya yaitu penerapan batu alam nyatanya mampu meningkatkan nilai estetika bangunan. Tampilan rumah jadi lebih berkelas dan eksklusif. Hal ini bisa membuat pemilik hunian lebih percaya diri dalam menyambut tamu.

Meningkatkan Nilai Properti

Nilai properti bisa meningkat karena disebabkan oleh sejumlah hal. Salah satunya yakni lantaran tampilannya yang mengesankan. Karena hal itu, teras yang menerapkan finishing batu alam mampu meningkatkan nilai properti.

Memberi Visual Natural dan Kuat

Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari penggunaan batu alam di teras rumah. Adapun manfaatnya yaitu mampu memberikan visual natural sekaligus kuat. Hal ini lantaran batu alam mempunyai daya tarik atau keunikan di bagian warna maupun motifnya.

Keunikan tersebut tidak lain karena tak ada dua potongan batu yang tampilannya benar-benar sama. Karena hal itu, tampilan dinding teras tampak selalu otentik. Kesan natural sekaligus mewah pun terpancar dengan jelas.

Meski begitu, menurut kontraktor berpengalaman @lasbesi.co, pemasangan batu alam membutuhkan biaya yang relatif tinggi serta waktu pengerjaan lebih lama dibandingkan finishing dinding biasa. Setiap batu harus dipilih, disusun, dan dipasang satu per satu agar pola, tekstur, serta kerapihannya tetap terjaga.

Selain itu, butuh tenaga kerja yang berpengalaman untuk memastikan hasil pemasangan kuat, presisi, dan memiliki nilai estetika maksimal. Proses detail inilah yang membuat batu alam menjadi salah satu pekerjaan finishing dengan tingkat ketelitian tinggi, tetapi sebanding kualitas dan keindahannya.

Pemasangan Batu Alam

Melihat banyaknya manfaat dari penggunaan batu alam untuk teras rumah, pastikan tak ragu menggunakannya. Ketika ingin menggunakannya pun, pahami bagaimana pemasangannya dengan tepat. Jika pemasangannya tepat, maka batu alamnya tak mudah terlepas dari dinding. Adapun langkah-langkah pemasangannya ialah sebagai berikut.

  1. Langkah pertama yang perlu pengguna lakukan yaitu menyiapkan permukaan dinding. Pastikan dinding memiliki plesteran kasar atau belum jadi. Pastikan pula tidak ada minyak, debu atau kotoran yang bisa meminimalisir daya rekat di dinding.
  2. Dinding juga harus memiliki permukaan lembab sebelum pengaplikasian batu alam.
  3. Langkah berikutnya, pasang benang panduan dengan merentangkannya secara horizontal di atas area pemasangan batu alam. Hal ini tidak lain supaya hasil pemasangan batu alam tidak miring alias presisi.
  4. Kemudian rendamlah batu alam sebelum benar-benar memasangnya selama beberapa menit supaya tetap lembab. Berdasarkan pengalaman tukang di lapangan, perendaman jenis batu paras Jogja membutuhkan waktu minimal 15–30 menit agar tidak menyerap air dari adukan semen saat ditempel.
  5. Lanjutkan dengan mengaplikasikan perekat secara merata, baik itu di bagian permukaan dinding maupun belakang batunya.
  6. Setelah itu, pasanglah dari bawah ke atas. Dalam hal ini, sebaiknya menggunakan ganjalan sementara sehingga batunya tidak merosot sebelum perekatnya kering.
  7. Jangan lupa untuk membersihkan sisa perekat sesegera mungkin sebelum mengering. Apabila sudah terlanjur kering, maka sisa perekatnya akan sulit hilang sehingga mengganggu estetika batu alam.
  8. Dari sini pengguna hanya perlu mengaplikasikan coating sebagai finishing.

Perawatan Dinding Batu Alam

Apabila sudah memutuskan untuk mengaplikasikan batu alam di dinding teras, pastikan tidak lupa untuk merawatnya dengan baik. Hal ini supaya batu alam tersebut tidak mudah terkena lumut atau jamur. Adapun beberapa cara merawatnya yaitu:

Membersihkan Menggunakan Cairan Khusus

Pada uraian tadi sudah sedikit kita singgung bahwa dinding batu alam perlu mendapatkan perawatan secara rutin. Salah satunya yaitu dengan membersihkannya secara berkala. Untuk membersihkannya, bisa memanfaatkan cairan khusus batu alam (stone cleaner) yang memiliki pH netral. Hindari penggunaan pembersih porselen atau bahan kimia berbasis asam kuat, karena dapat memicu reaksi korosi, merusak tekstur, dan mengubah warna alami batuan sedimen seperti paras Jogja maupun palimanan.

Tidak Membiarkan Air Menggenang di Permukaannya

Bentuk perawatan lainnya yaitu dengan memastikan tidak ada air yang menggenang di permukaannya. Apabila permukaan batu dalam kondisi selalu basah, tentu membuat lumut mudah tumbuh. Karena hal itu, selalu cek kondisi dinding batu alam, terlebih lagi ketika musim penghujan.

Apabila memungkinkan, bisa memakai ventilasi yang baik. Hal ini efektif untuk mempercepat pengeringan. Setelah itu, tambahkan kanopi berukuran kecil apabila area dindingnya kerap terkena hujan. Hal ini membuat batunya tetap mengkilap dan tidak terkena jamur.

Menggunakan Coating

Jenis batu alam untuk dinding teras rumah bisa dirawat menggunakan coating. Dalam hal ini, coating berguna sebagai pelapis sekaligus pelindung terluar dari tembok batu alam. Saat memanfaatkan coating, maka batu alam di dinding bisa terjaga dari jamur, lumut, debu maupun perubahan warna.

Akan tetapi, jangan sembarangan dalam memilih produk coating. Pastikan memperhatikan sejumlah hal supaya mendapatkan produk coating yang sesuai. Mulai dari memilih produk coating yang tahan terhadap air, sinar ultraviolet maupun zat korosif. Hal ini mampu memberikan perlindungan secara maksimal.

Menggunakan Sikat Bulu Halus

Ketika menemukan ada noda-noda yang membandel, pastikan langsung memanfaatkan sikat bulu halus dalam membersihkannya. Ketika membersihkannya, bisa menggosoknya secara perlahan dan mengikuti arah tekstur batunya. Pastikan tidak memberikan tekanan terlalu keras sehingga permukaan batu alam tak akan tergores.

Jika sudah selesai, maka bisa langsung membilasnya menggunakan air bersih. Teknik yang satu ini sangat efektif untuk mengembalikan tampilan batu alam yang tampak kusam. Jangan lupa untuk memanfaatkan kain lembut ketika proses pengeringan. Selain karena noda membandel, lakukan perawatan dengan cara yang satu ini tiap sebulan sekali.

Baca Juga: Panduan Memilih Material Dinding Fasad Rumah Tropis untuk Tampilan yang Estetis dan Tahan Iklim

Jenis batu alam untuk dinding teras rumah memang beragam. Untuk itu, cermatlah dalam memilihnya supaya tampilannya menyatu dengan hunian. Pilihlah jenis batu alam yang memang sesuai dengan konsep atau gaya rumah.